السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله القوي المتين، الملك الحق المبين، والصلاة والسلام على سيدنا المرسلين، صادق الوعد الأمين، وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد.
Jama’ah kaum Muslimin yang dirahmati Allah.
Rasulullah ﷺ mengingatkan agar kita selalu menjaga lisan. Lisan adalah anggota badan yang kecil bentuknya, tetapi besar bahayanya. Sungguh banyak manusia yang masuk neraka karena lisannya. Bahkan, karena tidak bisa menjaga lisan, seseorang yang rajin shalat, sering puasa, dan banyak sedekah akan tetap masuk neraka. Mari kita simak hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ: إِنَّ فُلَانَةً تُصَلِّي اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ وَتَفْعَلُ وَتَتَصَدَّقُ وَتُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا؟ قَالَ: لَا خَيْرَ فِيهَا، هِيَ فِي النَّارِ.
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Dikatakan kepada Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya ada seorang wanita yang rajin shalat malam, berpuasa di siang hari, mengerjakan (berbagai amal kebaikan), dan bersedekah, tetapi ia juga suka menyakiti tetangganya dengan lisannya.” Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka.”
Perhatikanlah baik-baik. Mengapa orang yang rajin ibadah malah masuk neraka? Sekali lagi, mengapa orang yang rajin shalat, puasa, dan sedekah masih masuk neraka? Jawabanya, karena ia mengganggu tetangganya dengan lisannya.
Jama’ah yang dimuliakan Allah.
Hal ini masih banyak dilakukan oleh kaum Muslimin. Seringkali kita dikejutkan oleh adanya fenomena orang yang rajin shalat, tetapi ia juga rajin menggunjing dan memfitnah. Na’udzubillah min dzalik. Mari kita simak lanjutan hadis di atas:
قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّ فُلَانَةً تُصَلِّي الْمَكْتُوبَةَ وَتَتَصَدَّقُ بِالْأَثْوَارِ مِنَ الْأَقِطِ وَلَا تُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا؟ قَالَ: هِيَ فِي الْجَنَّةِ.
Lalu orang tersebut berkata lagi, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ada seorang wanita yang dikenal sedikit puasa, sedekah, dan shalatnya, dan dia bersedekah dengan sepotong keju, namun ia tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya.” Rasulullah ﷺ bersabda: “Dia di surga.” (HR Ahmad)
Ya, karena selain melaksanakan perintah Allah (berupa shalat, puasa, dan sedekah) seseorang juga menghindari larangan Allah (berupa menyakiti tetangga dengan lisan), maka Allah pun menyediakan surge sebagai balasannya. Meskipun, menurut panangan manusia, amalnya tidak seberapa.
Oleh karena itu, agar shalat, puasa, dan sedekah kita diterima Allah, sudah semestinya kita menjauhi perbuatan-perbuatan yang membuatnya sia-sia. Jangan menyakiti hati tetangga atau orang lain dengan lisan atau omongan kita.
Bahaya laten yang bisa saja dihadapi oleh seorang hamba dalam kehidupan dunia bersumber dari lisannya. Untuk itulah, para ulama mengatakan bahwa Sembilan dari sepuluh dosa adalah berasal dari dosa-dosa lisan. Rasulullah ﷺ pun setiap kali mengingatkan seorang hamba yang melakukan dosa, agar berhati-hati dengan lisannya, karena sesungguhnya lisan itu yang paling cepat melakukan dosa dan kekeliruan.
Lisan berbicara tanpa perhitungan dan kata-kata yang keluar tanpa disadari, seperti bergunjing, membuka aib, mengadu domba, menghina serta mengeluarkan kata-kata kotor dan kata-kata batil yang dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka selama 70 tahun.
Imam syafi’I telah mengatakan, “jagalah lisanmu, jangan biarkan ia menyebut kekurangan orang lain, karena dirimu pun penuh dengan kekurangan, dan orang lain mempunyai banyak mata. Peliharalah kedua matamu, jika memperlihatkan aib orang lain kepadamu, jagalah ia dan katakana padanay, ‘Hai mata, orang lain mempunyai banyak mata.”
Hadirin yang berbahagia.
Betapa pentingnya kita menjaga lisan, karena dari lisan kita dapat menentukan keselamatan. Pepatah arab mengatakan, “keselamatan seseorang tergantung pada bagaimana ia menjaga lisannya.” Oleh karena sebab itu, marilah kita senantiasa menjaga lisan dan ucapan kita, agar kita termasuk orang-orang yang selamat.
و السلام عليكم ورحمة الله و بركاته