Fatwa Syaikh Ibnu Baz Tentang Nikah Syighar.

السؤال:

ما حكم الصلح الذي يجري بين القبائل، إذا كان هناك رجلان تشاغرا، ثم حاولت التستر عليهم، وأخفيتهم،  وأصلحت بينهما لكي لا يتم الشغار بينهم، فما حكم هذا؟ 

الجواب:

هذا ما هو بصلح، هذا معناه إزالة الشغار، إذا تزوجا شغارًا هذا ما يجوز، والواجب على كل واحد منهم أن يغير النكاح بنكاح شرعي، فإذا تسبب إنسان بأن يرشدهم، ويعلمهم حتى يغيروا النكاح الباطل بنكاح شرعي، فجزاه الله خيرًا.

السؤال: لا ما غيروا، استمروا على نفس عادتهم القديمة؟

الجوابلا، هذا قد أعانهم على الباطل، ويكون ظالمًا، هذا يكون قد أعانهم على الباطل، أما الذي يعينهم على الخير، وينصحهم، ويقول: غيروا، تزوجها بعقد شرعي من دون اشتراط المرأة الثانية، وإلا طلقها إذا كانت لا تريدك، فهذا نعم قد أحسن، أما أنه يقول: لا يكفي أمرهم، ما صار شيء حتى يبقوا على الباطل، فهذا إعانة على الإثم والعدوان.

Pertanyaan:

Apa hukum perdamaian yang terjadi antara kabilah-kabilah, jika ada dua orang laki-laki yang menikah secara syighar (pernikahan pertukaran wanita tanpa mahar), lalu saya mencoba menutupi hal itu dan menyembunyikan mereka, kemudian saya damaikan keduanya agar tidak terjadi syighar di antara mereka, maka apa hukumnya?

Jawaban:

Ini bukanlah perdamaian (yang dibenarkan), ini berarti hanya menghilangkan syighar. Jika mereka menikah dengan cara syighar, maka itu tidak diperbolehkan. Yang wajib bagi masing-masing dari mereka adalah mengganti pernikahan tersebut dengan pernikahan yang sah secara syariat. Jika ada seseorang yang berusaha membimbing mereka, memberi tahu mereka agar mengganti pernikahan batil itu dengan pernikahan yang syar‘i, maka semoga Allah membalasnya dengan kebaikan.

Pertanyaan lanjutan: Mereka tidak mengganti pernikahan itu, tetap melanjutkan kebiasaan lama mereka?

Jawaban: Kalau begitu, ia telah membantu mereka dalam kebatilan dan menjadi orang yang zalim. Itu berarti dia telah menolong mereka dalam kebatilan. Adapun orang yang membantu mereka dalam kebaikan, menasihati mereka, dan berkata: “Gantilah (pernikahan itu), nikahilah dia dengan akad yang sah tanpa mensyaratkan wanita yang kedua; atau ceraikan saja jika dia tidak menginginkanmu,” maka orang seperti itu telah berbuat baik.

Namun kalau dia berkata: “Tidak apa-apa, biarkan saja mereka,” hingga mereka tetap dalam kebatilan, maka itu adalah bentuk bantuan terhadap dosa dan pelanggaran.

السؤال:

الشغار معروف أنه حرام، ولكن فيه اثنين وقعوا فيه، وجاء لهم عيال الآن بعد خمس سنوات، أو سبع سنوات، فماذا عليهم؟ 

الجواب:

يجددوا النكاح، ولا عليهم شيء، يجددوا النكاح مع التوبة والاستغفار، إذا كانت الزوجة ترغب في زوجها يجددوا النكاح بدون شرط الأخرى، يعقد عقدًا جديدًا بدون شرط المرأة الأخرى، كل واحد مع التوبة والاستغفار، والتي ما تبيه يطلقها طلقة واحدة.

السؤال: لازم من التجديد بارك الله فيك؟

الجواب: كل واحد يجدد النكاح بدون الشرط القبيح، بدون شرط المرأة الثانية. 

Pertanyaan:

Syighar (pernikahan saling menukar wanita tanpa mahar atau syarat sah) diketahui hukumnya haram. Namun, ada dua orang yang telah melakukannya, dan sekarang mereka sudah punya anak, setelah lima atau tujuh tahun. Maka, apa yang harus mereka lakukan?

Jawaban:

Mereka harus memperbarui akad nikah, dan tidak ada kewajiban lain atas mereka. Mereka harus memperbarui akad nikah dengan disertai taubat dan istighfar. Jika sang istri masih menginginkan suaminya, maka mereka melangsungkan akad baru tanpa syarat adanya wanita lain. Masing-masing dari mereka harus bertaubat dan memohon ampunan. Adapun yang tidak menginginkan suaminya, maka suaminya menceraikannya satu kali (talak satu).

Pertanyaan lanjutan: Apakah akad harus benar-benar diperbarui?, semoga Allah memberkahimu.

Jawaban:

Ya, masing-masing dari mereka harus memperbarui akad nikah tanpa syarat yang buruk, tanpa syarat adanya wanita kedua.

Sumber: https://binbaz.org.sa/

Tinggalkan komentar